Minggu, 08 April 2018

Hakikat Manusia Sebagai Individu dan Mahkluk Sosial, Dinamika dan Dilema Interaksi Sosial

Oleh: M. Chairul Basrun Umanailo. M.Si
Hakikat manusia adalah sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi yang terdiri dari tiga unsur, yaitu:  jasmani (pisik, nafsu), akal (rasio), dan rohani (psikis, roh). Sebagai konsekuensi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi, maka manusia merupakan: makhluk ciptaan Tuhan, makhluk yang terlahir dalam kondisi tidak berdaya (kertas bersih), membutuhkan bantuan dari orang lain, makhluk yang memiliki kemampuan berpikir, makhluk yang memiliki akal budi, makhluk yang selalu ingin tahu tentang segala sesuatu, makhluk yang mempunyai kemampuan berbahasa, makhluk yang mampu membuat perangkat peralatan, makhluk sosial yang mampu bekerja sama, makhluk yang mampu mengorganisasi diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, makhluk yang hidup atas dasar prinsip-prinsip ekonomi, makhluk yang beragama, makhluk rasional yang bebas bertindak berdasarkan alasan moral, makhluk dengan kontrak sosial untuk menghargai dan menjaga hak orang lain.
Ubermensch Nietzsce adalah manusia unggul yang selalu siap menghadapi segala tantangan kehidupannya, selalu mempunyai dorongan yang kuat untuk mencapai tujuan menjadi manusia yang berkuasa. Unsur-unsur yang harus ada dalam diri manusia unggul adalah


untuk mengikuti kajian lengkap saya, silahkan copy link tautan berikut ini: 
https://www.academia.edu/19515085/Hakikat_Manusia_Sebagai_Individu_Dan_Mahkluk_Sosial_Dinamika_Dan_Dilema_Interaksi_Sosial

Konsep-Konsep Hubungan Antara Manusia dan Pandangan Hidup

Oleh: M. Chairul Basrun Umanilo. M.Si
Dalam kehidupan sehari-hari, individu selalu melakukan hubungan sosial dengan individu lain atau kelompok-kelompok tertentu. Hubungan sosial yang terjadi antar individu maupun antar kelompok tersebut  juga dikenal dengan istilah interaksi sosial. Interaksi antara berbagai segi kehidupan yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari itu akan membentuk suatu pola hubungan yang saling mempengaruhi sehingga akan membentuk suatu sistem sosial dalam masyarakat, keadaan inilah yang dinamakan proses sosial.

Proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tentunya tidak selalu berjalan dengan tertib dan lancar, karena masyarakat pendukungnya memiliki berbagai macam karakteristik. Demikian pula halnya dengan interaksi sosial atau hubungan sosial yang merupakan wujud dari proses-proses sosial yang ada. Keragaman hubungan sosial itu tampak nyata dalam struktur sosial masyarakat yang majemuk, contohnya seperti Indonesia. Keragaman hubungan sosial dalam suatu masyarakat bisa terjadi karena masing-masing suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, bahkan dalam satu suku bangsa pun memiliki perbedaan. Namun, perbedaan-perbedaan yang ada itu adalah suatugejala sosial yang wajar dalam kehidupan sosial. Berdasarkan hal itulah maka didapatkan suatu pengertian tentang keragaman hubungan sosial, yang merupakan suatu pergaulan hidup manusia dari berbagai tipe kelompok yang terbentuk melalui interaksi sosial yang berbeda dalam kehidupan masyarakat.

untuk mengikuti kajian lengkap saya, silahkan copy link tautan berikut ini: 
https://www.academia.edu/19515091/Konsep-Konsep_Hubungan_Antara_Manusia_Dan_Pandangan_Hidup

Manusia Sebagai Mahkluk Berbudaya, Beretika dan Berestetika

Oleh: M. Chairul Basrun Umanailo. M.Si
Hakikat manusia harus dipandang secara utuh, manusia merupakan makhluk tuhan yang paling sempurna, karena ia dibekali akal budi. Manusia memiliki harkat dan derajad yang tinggi. Harkat adalah nilai sedangkan derajat adalah kedudukan. Pandangan demikian berlandaskan pada ajaran agama yang diyakini oleh manusia sendiri. Contoh dalam ajaran agama islam surah At-tin ayat 4 dikatakan ‘sesungguhnya kami (Allah) telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Karena manusia memiliki harkat dan derajat yang tinggi maka manusia hendaknya mempertahankan hal tersebut. Dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan hal tersebut, maka prinsip kemanusiaan berbicara, prinsip kemanusiaan mangandung arti adanya penghargaan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia yang luhur itu, semua manusia adalah luhur, karena itu manusia tidak harus dibedakan perlakuannya hanya karea perbedaan suku, ras, keyakinan, status sosial ekonomi, asal usul dan sebagainya. Etika berasal dari bahasa yunani kuno ethikos (“Yang berarti timbul  kebiasaan “) untuk mempelajari kualitas yang standart dan penilaian moral. Etika diperlukan untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah baik buruk dan tanggung jawab. Etiak melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

untuk mengikuti kajian lengkap saya, silahkan copy link tautan berikut ini: 
https://www.academia.edu/19515097/Manusia_Sebagai_Mahkluk_Berbudaya_Beretika_dan_berestetika

Artikel yang sering dibaca